Thursday, April 29, 2010

Hidup Organik (levende organische)


Sempat terpikir olehku, hal apa yang menjadi inovasi dari negeri Belanda di tahun 2010 ini ? Tentu saja sebagai seorang mahasiswa yang AKRAB maka saya mencari di Oom Google, Tante Yahoo dan situs-situs lainnya, Saya mulai bereksplorasi dan brain storming untuk tema blog kali ini. Setelah beberapa hari memikirkan, tidak muncul pencerahan apapun untuk ditumpahkan ke dalam blog saya. Hanya ada satu atau dua topik yang menarik, namun saya kurang bisa mengembangkan karena minat yang kurang di topik itu.

Lalu saya melewatkan tiga sampai empat hari dengan kuliah atau beroganisasi dan dengan BAGUSNYA melupakan topik untuk ikut lomba ini. Suatu hari ide itu muncul di hari Jumat lalu pada kuliah Biokimia Lingkungan dengan topik pestisida dan bahan toksik lainnya. Bahan-bahan berbahaya ini sering sekali kita konsumsi secara tidak langsung melalui makanan yang disajikan sehari-harinya suka maupun tidak suka dan tahu maupun tidak mau tahu. Satu kutipan yang menggemingkan saya hari itu adalah

“SETIAP HARI setidaknya tubuh kamu menyerap RATUSAN jenis racun sebagian dari makanan, asap kendaraan, atau rokok”

Racun atau residu dari makanan banyak disebabkan dari pestisida yang digunakan pada saat menanam. Masalah ini merupakan fenomena gunung es atau iceberg khususnya di negara-negara berkembang. Residu itu akan menimbulkan banyak efek penyakit dalam tubuh baik itu jangka pendek atau jangka panjang. Beberapa contohnya adalah pusing, muntah-muntah, kanker, tremor (badan terus menerus bergetar), hingga kematian. Pada saat saya kuliah, teringat satu lagi statement

“Perkembangan jaringan otak balita dapat menurun dengan adanya residu tersebut"

Akhirnya saya ingat kembali bahan UTS saya yang lalu. Jika fungsi otak terganggu maka ketrampilan kognitif maupun psikomotor anak otomatis akan terganggu. JIka ini terus menerus berlangsung maka akan terbentuklah lingkaran setan kemiskinan. Lingkaran tersebut sangat mempengaruhi tingkat pembangunan di Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik, Indeks Pembangunan Manusia Indonesia pada tahun 2008 baru mencapai angka 71,17. Angka tersebut masih jauh jika kita ingin mengejar ketertinggalan.

Salah satu upaya untuk mengurangi racun dalam pangan adalah dengan mengonsumsi makanan berbahan dasar organik. Filosofi ekologi pertanian organik didasarkan pada kelestarian lingkungan, alam, dan lansekap serta kesejahteraan hewan. Pertanian organik dilakukan tanpa pestisida atau pupuk kimia, produk-sintetik tidak mengandung aroma kimia, warna, pengawet, dan perubahan genetika. Sistem pertanian ini telah dikembangkan di banyak negara termasuk di Indonesia dan di Belanda. Akan tetapi perbedaannya terletak pada pengembangan usaha tersebut. Beberapa artikel menerangkan bahwa negeri kincir angin tersebut sedang mengembangkan pasar bahan makanan organik. Menurut Agriholland, Belanda telah meningkatkan lahan pertanian organik dari 48.155 hektar pada tahun 2004 hingga menjadi 50.435 hektar pada tahun 2008.

Selain dilakukannya upaya peningkatkan lahan pertanian organik, masyarakat Belanda juga telah mengkampanyekan gerakan anti residu terhadap buah dan sayur melalui gerai supermarket mereka. Menurut sebuah artikel pada bulan Maret (2006), supermarket-supermarket tersebut telah mengelompokkan beberapa skor tingkat bahaya residu. Supermarket yang mendukung aksi ini menginginkan agar konsumen mengetahui segala hal yang dibeli. Kampanye-kampanye yang dilakukan masyarakat Belanda untuk mendukung aksi ini sangat beragam. Beberapa masyarakat hingga memasukkan beberapa promo mereka ke situs jejaring youtube untuk meyakinkan pelangan mereka bahwa produk organik adalah makanan yang terbaik untuk kesehatan.



courtesy of youtube



courtesy of youtube


Bahan pangan organik yang sudah dipasarkan oleh Belanda berkisar antara sayur, buah, daging, telur, dan susu. Sangat banyak manfaat yang didapatkan dari mengonsumsi makanan organic. Salah satu efek mengonsumsi pangan organik ini dapat dilihat dengan peningkatan ketahanan seorang balita terhadap eczema atau yang lebih kita kenal dengan radang kulit seperti gatal-gatal atau bentol. Susu organik juga menjadi produk organik yang memiliki banyak keunggukab, Susu otersebut dilengkapi dengan kandungan omega-3 untuk membantu perkembangan jaringan pada otak, linoleat yang baik untuk mencegah jantung, dan omega-6 untuk menurunkan kolestrol LDL. Selain itu, makanan organik lainnya juga mengandung lebih banyak vitamin C, flavonoid, pilofenol serta glukosinolat sebagai antioksidan.

Buah stroberi organik juga memiliki efek yang mendukung baiknya makanan organik yaitu mengurangi perkembangbiakan sel kanker pada tubuh. Beberapa jenis jus buah organik dapat memperbaiki DNA yang rusa. Hal lain yang menarik untuk diketahui yaitu dengan mengonsumsi secara teratur akan membuat berat badan lebih rendah serta daya imun yang kuat. Tidak mengherankan jika maraknya konsumsi makanan organik di Belanda menghasilkan SDM yang berkualitas dan diikuti dengan baiknya penerapan gaya hidup masyarakat Belanda sesuai dengan penelitian pada tahun 2007 oleh Rembialkowska.

Keberhasilan negeri tulip tersebut dapat dilihat dari beberapa predikat yang dicapai. Pada tahun 2007 Belanda telah menduduki peringkat ke empat di dunia untuk indeks perkembangan manusia (IPM) dengan skor 0,964. Bahkan Belanda berada pada sepuluh besar untuk indeks kompetitif global (IKG). Walaupun IPM dan IKG didapatkan dari berbagai aspek, namun asupan zat gizi merupakan dasar utama masyarakat Belanda hingga bisa berada di urutan 10 besar. Ditambah dengan adanya inovasi makanan organik, kampanye anti residu, serta gerakan hidup sehat lain tentunya akan menunjang kehidupan masyarakat Belanda yang lebih baik ke depannya.

Inovasi yang dilakukan Belanda ini tentunya dapat diikuti oleh negara tercinta kita. Terbukti dengan melimpah ruahnya lahan yang masih tidur di negeri ini yang seharusnya dapat dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin. Kandungan tanahnya sudah subur dan untuk menanamnya kita tidak terkendala dengan perubahan iklim yang drastis seperti di Belanda. Banyak sekali keuntungan-keuntungan yang tidak terhitung di negri ini, namun kita belum bisa mengelolanya dengan baik hingga saat ini. Padahal dengan peningkatan pertanian organik maka kita dapat membantu meningkatkan pendapatan negara dan juga mempengaruhi kesehatan masyarakat Indonesia yang pada akhirnya meningkatkan kualitas sumber daya manusianya untuk bersaing dengan negara lain.

Maka dari itu kita dapat mencontoh banyak inovasi yang diterapkan negeri Belanda salah satunya adalah gaya hidup organik.




6 comments:

  1. Untuk mengubah gaya hidup /lifestyle ke gaya hidup organik. Kita menhadapi 2 kendala besar:

    Pertama, pangsa pasar organik biasanya adalah orang orang yang menganut lifestyle sehat. Masyarakat Indonesia pada umumnya sangat suka makan (cemilan dan goreng gorengan tinggi kolesterol dan instant noodles!).

    Kedua, harga bahan pangan organik lebih tinggi dibandingkan dengan non-organik.

    Sampai kita bisa mengubah gaya hidup sehat non-organik akan susah untuk mengubah gaya hidup sehat yang organik.

    ReplyDelete
  2. tumben gw bisa post via openid... hehehehehe...

    maksud gw tadi, susah banget mau ngelakuin yg lo tulis ini... :) :) banyak halangannya

    ReplyDelete
  3. bagus ndrong..
    idenya bagus banget..
    tapi maslahnya..
    harus tetap ada master plan..
    yang mengharuskan program ini bukan cuma anjuran..
    hahaha.. PKMGT banget..
    trus masalahnya terpentingnya adalah bagaimana kita membangun kesadaran pentingnya gaya hidup sehat..
    bukan cuma sampe situ.
    bicara tentang gaya hidup dan perubahannya..
    itu artinya kita juga harus menyinggung masalah antropologi manusia dan kebiasannya..
    dan itu kompleks banget...
    tapi gw suka ide ini..
    bukan cuma lo ato kita2 aja yang harus sadar.. tapi pemerintah... (ngomong apa sih gw??) hahhaha...
    ayo di jadiin tema pkm GT kita taun depan...
    hahaha...

    ReplyDelete
  4. Belanda punya birokrasi yg mendukung, klo di sini...eehmmmm...gmnaa gt

    ReplyDelete
  5. maaf baru membalas semua...
    ya memang, kita kurang concern, apalagi dengan prinsip pedagang yang memang ingin menaikkan harga dan pemerintah yang belum mementingkan hal ini...
    Padahal potensi untuk melakukan pertanian yang ramah lingkungan SDA kita sangat mendukung, sayang ya...

    ReplyDelete