Tuesday, September 13, 2016

Visiting Bee Hive Farming (Gunung Pancar, Sentul)

Salah satu aktivitas yang rutin dilakukan tempat saya bekerja adalah Corporate Social Responsibility nya. Atau lebih akrab dikenal dengan CSR. Bulan Agustus ini, banyak sekali kegiatan CSR yang bisa diikuti. Ketika saya melihat papan pengumuman yang dipajang di seantero kantor, semuanya tampak menarik. Aktivtas CSR yang dilakukan bulan ini adalah mengunjungi peternakan lebah, memberikan tanaman bunga lavender ke sekolah, dan menanam bibit mangrove.

Karena sebelumnya saya sudah pernah menanam mangrove di Karimunjawa dan pernah melihat bunga lavender secara langsung (malah pernah punya tapi mati). Akhirnya pilihan jatuh ke peternakan lebah.

Peternakan lebah yang kami kunjungi pada tanggal 15 Agutsus lalu berada di kaki Gunung Pancar, Sentul. Letaknya tidak jauh dari Jungle Land. Sebelumnya, ada persyaratan yang harus kita patuhi ketika mengikuti kegiatan ini. 

1. Peserta harus mengenakan baju lengan panjang berwarna putih atau hitam. 
2. Peserta tidak menggunakan wewangian, yaitu parfum, aftershave, lotion atau kosmetik rambut.

Setelah kami sampai ke peternakan lebah tanpa papan penunjuknya, kami disuguhi pemandangan perkebunan dengan berbagai macam wisata. Seperti outbound, saung saung, dan sewa ATV. Kami pun bertanya tanya, "peternakannya sebelah mana ya?" 

Karena selama mata memandang, tidak kami temukan ladang bunga atau lebah yang berkerumun berterbangan di sekeliling kami.

Tidak lama seorang laki laki datang ke arah kami yang sedang berkumpul di bawah saung. Dia mengenalkan dirinya sebagai petani lebah yang akan kami kunjungi. Wahyu namanya. Ternyata Mas Wahyu saat ini masih menjadi karyawan, tetapi sudah memiliki usaha sendiri di bidang pertanian yang cukup banyak, WOW...

Mas Wahyu kemudian memberikan topi dan penutup muka yang berbentuk jaring berwarna hitam. Jika dipakai, pasti akan langsung teringat dengan pakaian menikah adat Cina atau Betawi. Anehnya, bagian telapak tangan kami tidak perlu ditutup. Alasannya karena reflek manusia lebih panik jika ada lebah yang menempel di muka atau leher dibandingkan telapak tangan. Setelah beres memakai peralatan tempur, kami langsung diajak melihat serangga penghasil madu tersebut. 

Lebah lebah dalam kotak

Lebah lebah itu diternakkan di kotak yang lebih mirip kontainer, Kami pun mengumpul dan diberikan kuliah kecil mengenai perlebahan. Lebah yang diternakan di peternakan ini, tergolong sebagai species Apis mellifera yang berasal dari Australia. Konon lebah ini diternakkan karena menghasilkan madu yang cukup banyak dan sifatnya yang tidak agresif.

Selain itu, kami dijelaskan, jika lebah dan tawon adalah dua serangga yang berbeda. Tawon merupakan serangga yang mengambil nektar yang dikumpulkan lebah karena tawon tidak bisa memproduksi madu. Hasil sengatannya pun jangan disamakan. Sengatan tawon jauh lebih beracun dibandingkan sengatan lebah. Sedangkan predator lebah sendiri adalah ngengat. Ngengat akan merusak sarang lebah tadi sehingga madunya tidak dapat dipanen.

Lebah yang diternakan disini mengambil nektar dari bunga bunga yang berada di sekeliling kawasan kaki Gunung Pancar. Jadi nama madu yang akan dijual ke pangsa pasar akan tidak spesifik namanya.. 

Tempat tinggal si lebah
Lebah pun harus hidup dalam satu koloni. Dalam lingkup peternakan, satu koloni sama dengan satu papan kayu yang berada di dalam kotak tersebut. Satu kotak dihidupi oleh tiga kasta lebah, yaitu lebah pekerja, lebah pejantan, dan lebah ratu. Tugas lebah pekerja adalah membuat sarang, mencari nektar dan merawat pupa hingga menjadi lebah. Ciri dari lebah pekerja yaitu memiliki sengat untuk melindungi dirinya dari bahaya. Jika dia sudah menyengat musuhnya, tidak lama dia akan mati (sedih ya..)

Berbeda sedikit dengan golongan pejantan yang tugasnya adalah membuahi si ratu. Pejantan tidak memiliki sengat, Setelah membuahi si ratu, tidak lama dia akan mati juga (sedih lagi ya...).



Ratu lebah memiliki ukuran lebih panjang dari dua golongan lebah lainnya. Tugasnya hanya bertelur dan mungkin membuat undang undang untuk satu sarang tersebut.

Ratu Lebah
Walaupun lebah sangat pintar membuat sarang, tetapi jika lokasi sarangnya dipindahkan, dia akan sulit kembali lagi saat pulang dari mencari madu hingga bisa berakhir stres dan mati. Makanya kotak kotak tadi tidak bisa main asal dipindah pindahkan.

Pollen, madu, dan propolis adalah hasil produksi lebah yang dapat dimanfaatkan manusia. Tentu yang paling mahal adalah propolis. Warnanya yang hitam dan jumlahnya yang sangat sedikit seperti butiran debu dipinggir pinggir sarang adalah alasan yang tepat mengapa harganya mahal.

Eh, dipikir pikir lebahnya memang tidak ganas sih. Si Mas Wahyu dan pemandu lainnya saja tidak pakai kostum jaring seperti yang kami kenakan. Saya kira bakal heboh seperti yang dilihat di acara tv luar negeri sana. Bahkan acara utamanya setelah kuliah singkat menjadi ajang selfie dengan sarang lebah dan diakhiri dengan belanja madu dalam kemasan botol.

Senang juga dapat ilmu dan pengalaman baru yang belum pernah didapatkan waktu kuliah atau pun jalan jalan di tempat lainnya :)

5 comments:

  1. Jadi ngerti kenapa si hatchi kesesat ga bisa pulang ke rumah dan ketemu sm ibunya. Pasti karena sarangnya entah gimana pindah atau hilang. Unting endingnya dia gak sampai mati krn stres *eh kok jd beda insightnya 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
  2. Mau lihat peternakannya Ndra, nanti minta informasi ya kalau mau ke sana ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siappp... Cuma dy masih tahap start up banget. Tapi masny sangt humble klo titis mw belajar mah

      Delete