Showing posts with label food. Show all posts
Showing posts with label food. Show all posts

Sunday, February 5, 2023

Halal Food Challenge and Journey in Bangkok Thailand


Di tahun 2020 awal, kami sekeluarga bersama sepupu pergi ke Bali di awal pendemi. Dan 3 tahun kemudian, dengan hanya 2 bulan planning kami kembali pergi berpelsir ke Bangkok.  Semoga menjadi pertanda menutup pandemi supaya bisa jadi endemi (Aamiin). Di perjalanan kali ini, hanya Ibu saya yang belum pernah menginjakkan kaki ke Thailand. Untuk Saya sendiri yang sudah pernah dua kali melakukan trip, tetapi merupakan trip pertama ke luar negeri sejak 2019. Cap pertama di paspor yang baru.
Destinasi perjalanan di Bangkok 90% diserahkan kepada saya. Nah bedanya kali ini, kami mau coba untuk memilih semua destinasi makanan yang memang Halal atau Muslim Friendly.  Nanti akan saya jelaskan maksud muslim friendly disini apa ya....

So, apa sih yang membuat challenge dari mencari Halal Restaurant ini.

1. Jumlah Resto/Toko yang belum cukup banyak.
Dengan kemudahan teknologi, sebutlah si oom Google. Mencari halal restoran menjadi hanya hitungan detik. Jadi kalau kita lagi di satu destinasi. Tinggal tulis di tab search engine, "halal near me". Kemudian, kalian bisa pilih restoran dari daftar yang ada di google review. Kiranya mana yang paling meyakinkan dari ulasan-ulasan yang ada. Bisa diidentifikasi dari banyaknya ulasan dan skor rata rata.



Nah tapi bisa jadi inih. Ada resto resto yang gak tercatat. Fitur google search engine ini akan bekerja dengan baik kalau si pemilik/user/owner punya SEO (Search engine optimazion) yang bagus yah. Kalau misal dia gak masukin keywords halal, atau tidak tercatat di Google review. Yah... wasalam.


2. Jarak Resto/Toko
Kalau Anda tidak suka jalan kaki dan solo traveling. Bisa saja naik Grab Ride karena harganya agak lebih murah dibandingkan dengan di Indonesia. Tapi kalau bepergian dengan group dan sukanya naik taksi. Siapin budget yang lebih besar. Jangan lupa juga cek di google map, apakah sedang kondisi high traffic atau tidak. Imagine, kalian uda laper plus macet. 

Tips naik Grab Hemat. Jangan lupa buat redeem coupon discount. Karena gak otomatis...

3. Budget

Tidak jauh berbeda dengan di Indonesia. Resto/rumah makan yang punya halal certified biasanya biasanya berada di satu bangunan. Kalau yang kaki lima, modal bismillah cuma cek penjualnya pakai hijab atau tidak.

Kalau sudah ada di satu restoran, mall, atau independent restaurant (berdiri sendiri), rata rata budget makan per orang (sudah dengan minum) adalah 100-140 THB atau IDR50-75rb rupiah. Yaa hampir sama dengan makan di restoran ber-AC di Jakarta sih. 

Kalau mau lebih budget friendly lagi, bisa ke 7-11 dan beli noodle instan cup, salad, buah, dan chicken breast yang bisa minta dimicrowave. Nah si ayam ini kalau ada di Jakarta bisa oke banget buat yang lagi jaga pola makan lebih sehat dibanding aneka gorengan yah...



Oke, sekarang saya mau spill perjalanan makan Resto halal atau muslim friendly apa aja yang kemarin kita datengin sewaktu di Bangkok. Sebagian ada yang hasil googling jauh jauh dari Indo. Tapi kebanyakan baru dapet pas udah laper dan baru hunting 🤣.

Day 1
1. Radhuni Sukhumvit
Sewaktu kami tiba di Bangkok yang ternyata macetnya bak Jakarta (padahal jalur sky trainnya tergolong banyak). Dari airport kami langsung menuju Hotel Hyatt Regency di Sukhumvit. Sebelum memulai jalan jalan, sudah pasti harus isi perut dulu. (Yes we skip the breakfast dan tidak dapat meal di pesawat).

Dengan menggunakan fitur oom google. Muncullah satu nama restoran yang memakan waktu sekitar 17 menit dari hotel (Gak inget namanya apa..). Sebenernya agak jauh sih. Tapi kalau pakai grab waktu kita mau coba, waktu tunggunya 20 menit sendiri (alamakk....).

Nah berhubung semua anggota rombongan sudah siap dengan berjalan kaki (Its in our family blood). Semua barang barang yang beratpun sudah ditinggal di concierge. Karena waktu check in kami lebih awal yaitu jam 11.00 sehingga belum bisa masuk kamar. Tetapi meyimpan barang di concierge itu adalah salah satu tempat yang paling aman. Tidak ada dari Rombongan yang bawa barang seperti laptop atau dua tas selama perjalanan adalah kunci bisa jalan kaki agak jauh. 

So we are ready to walking this Sukhumvit.... 🦿🦿

Baru saja kami keluar menyusuri jalanan kecil di samping hotel. Udara panas dan sengatan sinar matahari Bangkok yang terik sudah sangat terasa. Tidak jauh dari hotel, sudah mangkal beberapa pedagang kaki lima yang berjualan berbagai macam jajanan seperti buah buahan, kukusan, dan cemilan lainnya. Nah, mereka ini persentase yang jual gorengan dan perisa tabur yang gurih-gurih tidak sebanyak di Jakarta ya guys...


Baru akan sampai di ujung jalan kecil menuju jalan raya. Kami melihat plang besar restoran di kiri jalan bernama Radhuni. Di plang nya pun mereka menuliskan halal food. Yah karena perjalanan pagi yang belum sarapan dan ditambah terik matahari pula. Kamipun memilih untuk brunch disini saja. Berhubung rekomendasi oom google agak jauh yaa...

Radhuni ini salah satu tempat makan yang tidak ada SEO nya di google (entah kenapa_. Jadi ketemunya pun tiba tiba aja. Sayang sih dari segi bisnis. Karena mereka sudah invest restoran di tengah kota dengan AC 😢. 

Oiya Radhuni ini memiliki makanan khas Thailand dan juga Arabian-India. Menu yang direkomendasikan adalah nasi goreng dan nasi briyani. Kalau kalian kesana beli aja yg fried rice beef.


Radhuni menurut saya punya tempat yang nyaman dan service oke (ibu yang taking order boleh cakap bahasa melayu). Kalau dari segi rasa, menurut saya ini belum masuk ke Gong nya kuliner kemarin.... Nah nilai plusnya, kami juga bisa ikutan shalat sebelum lanjut untuk jalan jalan ke Temple yang ada di Bangkok.


2. Usman Thai Muslim
Nah di malam hari, mulai hunting makanan halal lagi. Kali ini yaa menggunakan oom google lagi. Dan muncukkah si Usman Thai Muslim dan Kebab resto gitu. Walaupun berada di satu lokasi yang berdekatan, Usman memiliki rating yang lebih oke di google. Padahal awalnya sih mau ke Night Market. Tapi ngelihat para peserta rombongan yang mungkin butuh istirahat lebih. Jadi acara kesana kita cancel. Supaya semuanya bisa full energi untuk ke Ayutthaya besok.


Di sepanjang jalan menuju ke restoran. Pedagang pedagang pinggiran menjamur  ya. Feel nya seperti ada di jalanan kota tua aja. Bedanya yang jual sex toy kok banyak banget yah??? Padahal zaman dulu tahunya kalo sex toy ada di space yang tertutup. Jadi mau masuk ke dalam juga enggan. Nah ini setiap sepuluh meter sekali juga udah ada tuh yang jualan. Ok, mungkin saya yang kelamaan gak ke luar negeri...

Sesampainya menuju gang yang akan membawa kita ke Usman Thai. Tiba tiba ambience nya berubah jadi kaya di timur tengah. Tulisan signage nya arab. Orang orangnya juga jadi ras arab. Ada supermarket khusus jual barang barang dari arab. Sepanjang jalan tadi ternyata banyak banget pilihan resto yang claim halal. Bahkan Al-Baik juga ada lho disitu. Tapi akhirnya kita entah kenapa tetap on plan untuk makan di Usman Thai Muslim ini.

Usman Thai Muslim ini lebih ke Nepali cuisine. Banyak Indian foodnya. Walau dia juga jual thai food sih. Ambience restorannya enak, macam family restoran. Karena lokasi ini 11-12 kek Jalan Sabang. Untuk order makanan juga gak susah kok. Highlight dari resto ini adalah, selain rasanya enak tapi juga bit pricey untuk ukuran independent restoran. Porsinya? Gede gede kok. Sampai kami pun minta take away karena tidak habis. Kalau mau puas beli lah family portion yang steak. Jangan lupa juga pesan hot tea nya yang ada rasa cardamon. Biar kerasa sensasi makanan Nepalinya.





Untuk Day 2 dan seterusnya ada di next postingan ya... 

Wednesday, October 16, 2013

Ron's Laboratory Molecular Gastronomy Restaurant



Serba kebetulan banget, sewaktu saya sekarang di GI, restoran ini sudah lama saya tunggu untuk dibuka. Sebenarnya konsep restoran juga gak 100 persen benar, karena yang dipasarkan sama store ini bertemakajn di dessert dan coffee. Letak Ron Lab berada di West Mall GI, lantai lima.

Dari kejauhan, kafe ini pasti mudah sekali menarik pengunjung untuk datang melihat. Apakah itu sekedar observasi hingga tertarik membeli.

Dessert yang dipasarkan di toko ini adalah shorbet yang dibuat langsung dengan menggunakan mixer dengan gas nitrogen sebagai pembekunya. Setiap menu memiliki mixer tersendiri. Karena saya bukan pecinta kopi, jadilah saya mencoba dua menu yang mereka jajakan. Yaitu Avocado w/ espresso dan lemongrass sorbet.

Soal rasa, avocado w/ espresso memberikan tekstur yang lebih lembut dibandingkan lemongrass yang kasar. Untuk cita rasa yang unik, lebih baik mencoba yang lemonrass / sereh, karena ditaburi popping candy atau permen meledak ledak di atasnya. Sehingga membuat rasanya menjadi nano nano. Namun untuk penampilan dan garnishing pastinya lebi menarik yang avocado dengan penempatan topping espressonya di satu suntikan tanpa jarum.




Menurut mas OM-nya @pukiyu setiap bulan akan berganti dua menu yang sellingnya paling rendah, Dan akan digantikan dengan menu lain. By the way, sampai kemarin masih soft opening diskon 25 persen. So, dare your curiosity to try this one.

Thursday, May 16, 2013

Pasar Mayestik (Mayestik Market)

The entrance
I will try to use English for this post because I hope that there might be seen by the foreigner or tourist who wants to visit Traditional Market Place in Jakarta. Although there are many places that you can visit but i recommend this one. Why? First, because its already renovated coupled years ago. The renovated changed the design and mapping of the building, Therefore the safety issue for cross contamination between the raw food and its waste, also the perishable food is clearly was divided into different zone and separate area. Second, the location is probably really strategic rather than you must visit the modern market which located in Bumi
Serpong Damai outside Jakarta.


In Mayestik, you could see many stall selling tropical food, herbal tea, and hawkers in the outside. Mayestik is also famous for the fabric. There is some shops which sell fabric or sewing your own clothes. For the fruit stalls and some fabric there is a chance for you to bargain the price.as long its rational. Indonesian people is seldom to increase the price double or triple.

If you would like to buy fragrance or cloth, you can enter the shopping area in the new building. And then you can find the bakers, cookery ingredients, tools, packaging plastic/paper, and the raw food in the bottom level of the building. You can also bargain if you think the price is not reasonable. Several thing, I like to buy vegetables in here, they are still fresh and well arranged. Second, the vegetables which are rarely sold in modern market like Honje, Curry leaf, Jantung Pisang, are easily found in this market. But do not expect they sell the continental herbs such as oregano, rosemary, basil, etc. They think demand for this group are low. 
 
Last but not least, I like to tell you that in the afternoon, after 15.00 there is a seller near Bata Shop who sell traditional cakes for only 500 rupiah each. And its really yummy and tasty. The cakes were freshly made in the midnight, so there are selling with high price in the morning and decrease in the afternoon. The seller not keep the cakes in the fridge so he can sell again tomorrow. For him, its easier to finish the burden in a day.

the 500 rupiah cake seller

How to get there? The market is closed from Blok M Bus Station (Blok M terminal). If you want to take a walk its ok, but im not recommend it. If you want to take public bus, go with 72 metro mini (destination Lebak Bulus and have orange colored) and pay 2.000 for each person. Or the last choice pick a taxi cab and direct the driver to go here, it will cost from 10.000-15.000.





Monday, March 25, 2013

Several Guest that We Confused

As a restauraner, the boss in Our job were exactly the customer, not my Senior or Area ones. We must serve them with a standard and fulfill their hungriness and imagination of what the restaurant promise. For example, you give the pictures of the Gado gado in a picture with a whole bunch of peanut sauce but in reality you give the customer with a little one. The different of the picture could be complaint by the guest, becsuse the picture is what you promise to them.

Once, my guest asking the condiments of her burger which is different with the pictures, although we already did that with a standard. The condiment is included the crispy onion, but looks like the guest doesn't know exactly what is onion. Or perhaps she confused to differ between onion and garlic. Then, i just told her that is marketing mistaken so i can skip that problem and continue to do the another job.

Another problem is came when the bilingual guest came. We are lucky have a staff who can speak arabic, So if there is a khadar or arabic face came and asking the difficult things, we just actually call him to solve the problem. But its so difficult that we have a customer who come again and again. They were a family and speak chinese with no a lil bit bahasa or english. The second problem was they are all elder. So when they just arrive at the counter they just point at the picture and it was difficult that they cannot write in romaji. Even its hard to tell the drinks that they want to order. To solve this, usually we just made the food then pay it later. Better than make a mistake then must refund their money.

Then, the other story came from the stutter man. It is not really clear what he wants to order. He just said "Burger, 20 with fries". Then i key in 20 burgers meal with total price more than 400.000 rupiah. Then he showed his money just 40.000 rupiah. My staff yell from the kitchen, he just one order 1 meal with the price 20.000 and up. And that is our cheapest burger menu what he means. Oh.. there you go... The staff who yelled tell me that once, he also confused when he headed with that man. SO the same case repeat again.

That is a little exp that i gain until this time. How about you? Restauraners...

Monday, November 19, 2012

masakan kita hari ini.. Lava cake


Today i feel like, this is a good day to start baking cake from my hiatus and laziness. Then, i try to got up early, prepare the ingredient, mixing it, and baking it. Oya this is white chocolate lava cake. The black ones which is like cockroach poo poo is black sesame.




Sunday, October 21, 2012

Doyan makan walau kemoterapi



Kecintaan saya terhadap makanan tidak hanya sampai mulut saja, terlebih saya bersyukur bukan golongan yang mengkriteriakan makanan menjadi dua yaitu enak dan enak sekali. Tapi bukan berarti saya menjadi pemakan yang benar pilih pilih. Contoh, dahulu waktu saya belajar dietetik (ilmu membuat makanan orang sakit) pasti makanan yang saya masak selalu saya coba habisi. Walaupun makanan yang dibuat hanyalah bubur nasi tanpa rasa dan ati rebus tentunya tanpa vetsin. Selain mubazir ternyata hal tersebut membantu saya waktu recovery dari pengobatan di tahun 2011 tanpa menjadi pasien yang susah makan.

Banyak sekali memang penyebab mengapa orang yang sakit menjadi sulit makan. Diantaranya ada yang tidak berfungsi normalnya papila pada lidah yang menyebabkan timbulnya rasa pahit atau memang air liurnya tidak keluar terlalu banyak. 

Monday, October 8, 2012

Food War (Competition and Class)

Saat saya sekolah dulu, bukan zaman lagi untuk belajar tata boga dan tata busana. Dulu, memasak hanya pernah dilakukan sekali di sekolah dasar karena masuk salah satu materi di pelajaran kesenian.  Kalau diingat-diingat, waktu itu menu yang ada gak jelas banget. Ada nasi putih, sayur bayam, sup  makaroni, kentang goreng, sama perkedel (Super aneh). SMP hingga SMA tidak ada sama sekali menyentuh masak memasak di kelas. Sampai di kuliah sih ada, tapi itupun baru saya rasakan di semester empat. Seiring berjalannya kehidupan di kampus, salah satu majalah pangan kampus yang mengadakan kompetisi lomba sushi saat ulang tahunnya yang ke sekian. Merasa tertantang dan didukung teman-teman akhirnya saya maju untuk ikut #modus.

Sushi sebagai yang kalian ketahui, pada dasarnya adalah nasi yang disatukan dengan ikan mentah. Namun, untuk kompetisi kali ini, sushi yang didemokan dan dilombakan adalah fusion sushi. Umumnya fusion sushi ini berbentuk elips dengan ikan yang sudah matang, sayuran, telur, mayonaise, dan balutan nori. Kali itu adalah lomba memasak saya yang pertama. Saya dipasangkan dengan seorang adik kelas lintas fakultas dan ibunya. Walah ngajak ibunya juga ternyata lho... Rasanya agak gimana gitu kalau disandingkan sama ibu-ibu. Singkat cerita kita udah di meja masing-masing, sewaktu memulai lomba saya sudah pasang tampang dan kelakuan manis berharap si ibu ini banyak membantu.

Sunday, October 7, 2012

Jakarta Culinary Festival 2012

Satu hari selang Food Ingredients Asia 2012 yang membuat saya hanya betah satu jam ternyata Tuhan menjawab mengapa saya harus stay di Jakarta. Mengingat saya harusnya melakukan proyek jalan-jalan ke Belitung tapi terjawablah sudah akhirnya. Hari Jumat, pagi harinya saya ke Tarakanita Sumarecon Serpong dahulu sebagai nutritionist dan setelah Shalat Jumat langsung menuju ke Grand Indonesia melihat Jakarta Culinary Festival.

Pagi harinya seorang teman men-tweet, dia datang Hari Kamis dan di dalam acaranya kita bisa mencoba banyak makanan dan melihat demo cooking. Malahan dia dikasih acar satu toples sama salah satu chef. Seketika saya langsung semangat berapi-api harus datang ke event tersebut. Mengingat harusnya kemarin setelah pulang dari Kemayoran mampir aja ke Grand Indonesia.
Dari Sumareccon saya langsung ke Grand Indonesia, tiba pukul 14.00 waktu Jakarta. Begitu masuk ke lokasi, para pengunjung diberikan secarik kertas schedule acara, buku, dan minuman. Kita dibebaskan masuk ke hall atau lounge manapun. Di setiap hall diadakan keseruan yang beragam. Ada cooking demonstration, cooking class, pameran makanan, book stall, coffee lab, wine tasting, cocktail tasting, dan berbagai macam lainnya.
 
Begitu saya masuk, di sebelah kanan saya ada sebuah ruangan kecil dengan seseorang yang sangat terkenal di kancah kulinari Indonesia yaitu Chef Vindex Tengker yang sedang mendemokan masakan di panggung. Karena masih buta ruangan, informasi, dan jadwal saya langsung tanya-tanya ke dalem. Ternyata ini adalah cooking class. Karena pingin banget buat nyobain saya tanya bagaimana caranya. Ternyata untuk registrasi hanya mencantumkan nama saja di form yang mereka miliki. Wah, belajar gratis sama profesional chef kapan lagi coba. Karena saya sudah telat di sesi chef Vindex jadi saya cuma lihat presentasi akhirnya saja. Beliau membuat main course dari ikan (spicy glazed baramundi with caramelized shallot) yang lembut banget ketika ada di mulut.



 Cooking class yang saya ikuti, diisi oleh seorang chef dari Tulip School, namanya Andy van den Broeck. Kali ini yang bakal kita coba adalah Belgium Hazelnut Truffle dan Mendian. Resep pertama yang kita buat adalah truffle. Kenapa namanya truffle? Truffle adalah jamur yang menjadi ikon bahan makanan mahal. Dimana chef-chef papan atas suka memakai ini. Harga per kilogramnya ada yang 1500 Australian Dollar. Truffle bisa dikembangbiakan namun hanya di daerah tertentu dengan menggunakan pohon truffle oak. Biasanya si 'petani' sudah mempunyai zona khusus tempat si truffle. Truffle tidak tumbuh di permukaan tanah, tetapi di dalam tanah. Jadi si petani menggunakan anjing untuk melacak keberadaan truffle tersebut dan kalau sudah ketemu digalilah tanahnya. Warna dari truffle sendiri biasanya hitam dengan bentuk yang tidak begitu cantik. Tetapi memberikan aroma dan rasa khusus untuk makanan yang telah dicampurkan. Saking mahal dan tersohornya bahan ini maka dari itu cokelat praline yang ada dielaborasi menjadi truffle chocolate. Dengan asumsi cokelat yang dijual bisa seenak, seterkenal, dan semahal jamur truffle.

Thursday, October 4, 2012

Food Ingredients Asia 2012

Expo, siapa yang suka ke expo? Saya sih suka suka saja, salah satunya seperti postingan saya sebelumnya tentang Harry potter.. Expo adalah kependekan dari kata exposition atau lebih dikenal dengan World's fair, yaah kalo disadur ke bahasa Indonesia menjadi pameran tingkat internasional.   Ketertarikan saya kepada expo bergantung dengan lokasi dan isi pameran itu. Contohnya, Museum Galeri Nasional sebenarnya sering mengadakan pameran yang seru tetapi karena akses ke sana yang susah (bukan daerah jajahan) dan publikasi yang kurang gres membuat masyarakat saya lagi-lagi memilih kebun binatang atau mall sebagai tempat rekreasi. Padahal kalau masuk pameran, banyak juga lho hiburan dan pengetahuan yang didapat.

Pagi hari tadi begitu saya selesai mengisi perut, tumben saya baca koran sampai lengkap. Dan ada satu artikel kecil yang sangat menarik perhatian saat itu. Sejak kemarin hingga besok diadakan pameran food ingredient di Kemayoran Expo dengan gambar seperti berikut:



Wednesday, September 19, 2012

Kecerobohan menyimpan makanan part 2

Kalau cerita di part 1 adalah kisah si Tembaga, sekarang ceritanya beralih ke saya sendiri. Dulu pas ngekos, rajin banget ikut kegiatan organisasi kampus. Semuanya dicobain. Biasanya kalo ikut acara-acara proker kan suka dapet tuh sarapan atau makanan pas siang atau snack kalau ikut seminar. Suatu kali ikut sebuah acara yang dapet roti harga seribuan aneka rasa. Roti ini akrab sekali sama Mahasiswa di kampus. Kalau dipikir-pikir, harga seribu gimana cara buat dan bahannya ya? Kalau sekarang dilihat aja, tidak ada expired datenya. Tulisannya jangan dimakan apabila roti berjamur. Yaiks.. Dangkal banget secara keilmuan.

Monday, September 17, 2012

Kecerobohan menyimpan makanan part 1

Anak IPB pasti rata-rata ngekos, mau yang tinggal di Bogor juga biasanya sih ngekos. Alesannya yang paling utama adalah jaraknya yang lumayan kalo dari rumah mereka yang di kota. Ditambah angkot bogor yang terlalu banyak memadati jalanan disana sini. Hmm. banyak yang menghujat tapi tetep menjadi andalan kemana-mana. Kalau ngekos rata-rata tiap orang punya kebiasaan sendiri dalam hal memenuhi kebutuhan biologisnya.  Ehm maksud saya bukan birahi yah, tetapi makan untuk kebutuhan sehari-hari.

Event asik di timur jakarta

Temen-temen yang pernah sekolah pasti seenggaknya pernah ngerasain bazaar yang ada di sekolahannya. Apakah itu waktu ngambil raport, peralihan abis ulangan, atau memang prokernya OSIS di sekolahan kalian. Syukur-syukur pernah ngerasain yang namanya Pensi atau Pentas Seni. Pensi macem-macem sih, sesuai dengan budget dan konsepnya, kalau mau minimalis ya di sekolah tapi didekor gila-gilaan asik gitu. Pokoknya anak sekolahannya aja sampe gak nyadar kalo dia dateng ke sekolah dia sendiri (lebay). Dulu sih, saya males untuk dateng ke Pensi anak sekolah lain, selain memang gak suka nonton rame-rame sambil berdiri, kayanya asikan jalan-jalan nonton bioskop daripada ke Pensi.

Nah, salah satu sekolah yang saya datengin untuk jadi nutritionist ini berada di bilangan Timur Jakarta yaitu Tangerang. Nggak nyangka sih bisa sampe kesana, secara jamahannya selatan sampe terminal kota aja. Mentok-mentok kelapa gading lah. Nah nama sekolahannya Harapan Bangsa. Punya beberapa building gitu dari tk, sd, dan smp. Umumnya yang sekolah disini memang

Thursday, September 13, 2012

The cafe

Alhamdulillah genap seminggu kafe-kafean depan rumah berdiri. Yaa, lumayan banyak yang dateng, sebagian besar adalah tetangga yang menjadi langganan. Menu yang paling banyak dipesan tentulah jus. Jus yang dibuat di rumah saya, sangat kental dan harganya sesuai yaitu 5000. Kalau 6000 sudah ditambah susu sapi pasteurisasi. Kemarin nonton perjuangan ayam bakar mas mono yang bilang kalau usaha pasti ada halangannya. Dia waktu itu berhadapan dengan kasus flu burung. Hmm.. dan saat ini freezer yang menjadi andalan tiba-tiba tidak menyala entah mengapa. Hoo jadi ini toh, cobaan pertama. Cobaan itu memang ngeselin, tapi disitulah kita belajar untuk menjadi lebih bijak ke level yang lebih tinggi. Semoga yang membaca posting ini bisa ikut mendoakan kelancaran usaha di rumah ini. Thank u all....


Thursday, August 16, 2012

Puff pastry edaaan

Mengambil jurusan gizi tentunya nyolek dikit pelajaran tepung tepungan ini di mata kuliah kulinari. Sayang waktu itu cuma sekali praktek. Kelompok gua kebagian steam banana chocolate brownies. Ada yang kebagian dapet kastengel, roti, selai nanas, puding, dan lainnya.

Nah, kalau roti pernah waktu itu buat satu atau dua kali. Waktunya lama bener. Kita mesti sabar nungguin si ragi ngembang. Belum lagi ngelempar bak nabok orang waktu ngadonnya. Setelah itu saya beralih ke pizza instan. Yang namanya instan, ya cuma tinggal tambahin telur sama air dingin sih. Tapi masih keinget begitu joroknya gua buat makanan makanan itu. Tepung yang basah kemana mana. Udah gitu ngeberesinnya lelet.

Nah, karena merasa membuat roti dan pizza itu menguras tenaga jadi saya beralih ke cookies menjadi cookery. Kalau kata saya, lebih mudah dibanding dengan cake decorating atau baker. Banyak metode yang bisa dipakai untuk membuat cookies. Saya paling suka teknik cetak mencetak. Kalo pakai spuit, belum dibiasakan.

Tapi teman tahukah kamu bahwa membuat puff pastry itu adalah pekerjaan otot terberat. Saya merasa seperti mengarungi lautan sewaktu menggilas gilas korsvet yang sudah dibalut dough atau adonan rotinya. Mana waktu itu saya belum tau kalau korsvert harus dalam kondisi suhu ruang.

Korsvet yang kondisi super dingin sangat keras. Jadi saya harus menngilas seperti construction man. Terkadang ada yang bocor, lalu saya tambal. Pokoknya heboh deh malem itu. Alhamdulillah hasilnya ada, walau masih harus banyak diimprove.

Untuk info resep bisa klik: mellyloveskitchen.blogspot.com/2011/01/puff-pastry.html 
Info video saya pakai: http://www.youtube.com/watch?v=Zg-ybzGok3U

Tuesday, July 24, 2012

Fail is a Part of Journey

Hari ini coba buat mangkok buat base kue. Bukan. Bukan mangkok cantik yang gratis kalau beli barang tiga di swalayan dekat rumah anda.. Resepnya berdasarkan tulisannya jamie oliver. Daaan saya baru membuatnya jam sembilan malam. Base kue yang ini bahan dasarnya adalah puff pastry. Karena kemudahan biaya dan aksesbilitas, saya pake merek edo dong (ehem promosi minta diskon).

Nah, ceritanya, sudah benar benar digilas dan ditaro di cetakan dengan harapan lolos audisi masterchef. Ternyata oh ternyata, saya berkreasi dikit dengan mengoleskan kembali kuning telur di atas permukaan puff pastry tadi. Dengan suhu 200 derajat celcius selama 16 menit dan voila. saya mendapatkan dome ujntuk zupa soup... Hahahha  untuk enak deh, gak gosong. Alhamdulillah masih bisa dimakan.

sekian curahan kesenangan hati saya. Tapi enak kok, suer, sumpah, 


Thursday, July 19, 2012

cakes and friends

 casava pancake made by me


 vegetarian sushi made by me


 mr komott cakes


macaroon in bandung

Wednesday, July 18, 2012

Memasak teripang (sea cucumber)

Pindah ke http://chef-ember.blogspot.com/2013/06/memasak-teripang-sea-cucumber.html

Pengalaman makan kima (kerang raksasa) kli