Showing posts with label LV (Life Value). Show all posts
Showing posts with label LV (Life Value). Show all posts

Sunday, February 19, 2017

Belajar Bahasa

Saya selalu kagum dengan orang yang menguasai lebih dari dua bahasa. biasa disebut dengan poliglot. Yang pasti bahasa ibu nomor satu dan bahasa inggris nomor dua. Kalau bahasa kalbu, itu lagunya titi dije. Nah, banyak sih orang yang memang bisa banyak berbahasa asing. Apalagi kalau yang namanya tuntutan karir, kuliah, atau memang nasibnya saja tinggal berpindah pindah ke luar negeri. 

Bahasa itu memang harus rajin rajin diasah. Kalau nggak, ya tumpul lagi. Saya pun lebih banyak menjadi passive untuk bahasa inggris, baik dalam hal reading dan listening. Kalau disuruh ngobrol, asalkan itu topiknya sehari hari, saya mungkin bisa menyesuaikan. Walau acap kali kadang nge-hank mikirin vocab apa yang harusnya keluar dari mulut. Beda cerita kalau selesai jalan jalan ke luar Indonesia. Mau tidak mau, setiap hari dipaksa keras untuk berbicara bahasa inggris. Akhirnya pas nyampe ke Indo, ngomongnya suka keluar bahasa inggris deh.

Hal itu gak cuma pas ke luar negeri sih. Pas kuliah di Bogor, beberapa orang bilang aksen sunda keluar dari lidah gua. Hmm... Jadi gua itu gampang banget ya terinfluence sama bahasa di sekitar. Kalau sekarang? Ya lancarnya berbahasa Indonesia yang baik dan kadang kadang gak baik juga sih. Hehe

Friday, October 7, 2016

Korupsi dimane mane...

Posting yang satu ini, saya buat untuk mengenang sepotong pendek cerita di sore hari kemarin. Di Pasar bilangan Jakarta Pusat sebelumnya. Dimana saya membeli jam yang akan dipasang di kantor. Berdasarkan referensi dari kolega, saya sudah tidak perlu lagi repot-repot mencari toko, merek, dan menawar harga.

Sebutlah tokonya bernama toko Naga. Toko yang berukuran 2 meter x 4 meter ini tidak sulit ditemukan dari luar pasar. Mulai dari arloji, jam dinding, hingga jam antik mereka jajakan sejak tahun 1997. 

Sore itu bisa dikatakan saya beruntung. Seharusnya saya tidak bisa membeli jam sebanyak yang saya butuhkan karena Cici, si penjual, harus mengambil ke 'Toko Sebelah' yang adalah gudang  dan sudah tutup pukul 16.00, . Tetapi karena mereka harus loading barang sore itu, jadi rejeki saya tidak usah datang dua kali.

Sambil menunggu si Cici mengambilkan jam, saya memperhatikan semua pembeli yang masuk dan keluar toko jam tersebut. Rata rata para pembeli sore itu mencari arloji dengan harga miring. Bisa dikatakan untuk arloji palsu di bawah 500 ribu rupiah dengan garansi satu tahun. Tentunya semakin pintar menawar dan tahu harga, jadinya bisa semakin turun hingga 40 persen dari harga awal.

Sekitar 20 menit kemudian si Cici datang tergopoh gopoh membawa dua ikat plastik besar jam yang saya butuhkan. Dengan teliti, beliau membuka satu per satu, menyolokkan adaptor ke listrik, dan menyetel jam serta tanggal sesuai dengan waktu aktual. Setelah semua jam selesai diperiksa, kini tibalah transaksi pembayaran dan pembuatan nota.

Ketika si Cici akan menulis nota, dia menanyakan saya sebelum satu titik pena ditorehkan di kertas. "Ini gak ditambahin?"
"Ditambahin? Enggak lah, segitu aja. Buat apa juga!?"
Kemudian, Engkoh yang menjaga juga berceletuk. "Kemarin, temannya juga nggak minta kok"

Dari percakapan tadi, akhirnya saya tahu. Banyak pembeli yang meminta mark up harga. Bahkan hampir 100% dari harga asli. Kalau si penjual tidak mau melakukan, nantinya mereka tidak jadi beli, Duh, ya cuma beli jam aja kok sampai segitunya. Itu cuma jam lho. Belum barang atau proyek yang nilainya miliyaran.

Sore hari di Pasar bilangan Jakarta Pusat
6/10/2016

Wednesday, August 17, 2016

Sahabat Anak HSA JSA 2016


Semasa hidup ini, apa sih yang kamu ingin raih? Tiap orang pasti berbeda beda seiring dengan impiannya. Ada yang sibuk mencari nafkah, ada yang sudah menikah dan membesarkan anak anaknya, ada yang bingung dan bahkan tidak tahu identitas dirinya ingin menjadi apa ketika semakin menua. Bagi saya, hidup itu adalah konsep keseimbangan. Jika saya sudah merasa Tuhan memberikan nikmat yang cukup bahkan berlebih, maka saatnya lah saya bersyukur. Tetapi, nikmat yang cukup tadi rasanya sangat egois jika hanya dinikmati sendiri.

Nikmat yang saya maksud bukan hanya materi atau uang. Tetapi juga ilmu, pengalaman, teman, dan masih banyak lainnya. Namun, terkadang banyak sekali jalan yang abu abu untuk membagi nikmat tersebut kepada orang yang membutuhkan. Maksud abu-abu saya disini adalah jalan yang tidak jelas apakah nantinya akan memberikan manfaat sementara atau memang bisa melekat untuk jangka waktu yang sangat panjang.

Maka dari itu salah satu doa yang acap kali sering saya lantunkan adalah dekatkan dengan orang orang yang memiliki visi dan jiwa yang sama dalam menjalani hidup. Karena orang orang yang disekitar kita lah yang akan membentuk pribadi kita ke depannya. Ingat kan, cerita satu botol minuman soda? (kayak pernah nulis aja)

Ini ada cerita singkat mengenai minuman soda


Sunday, August 7, 2016

Amalan Dunia untuk Akhirat

Salah satu dari amalan yang tidak akan terputus setelah seorang anak Adam wafat adalah amal dan sedekah,

Sebenarnya saya tidak minat menulis mengenai amalan. Terlebih, saya bukan ahli agama. Belajar agama saja masih di level dasar. Praktisioner, cendikiawa, philantrophis, dermawan? Bukan empunya (berdoa sih, untuk masa yang akan datang)

Jadi beginilah ceritanya.

Sunday, March 6, 2016

Percakapan Tiga Ras di Angkot

Kemarin, saat saya akan beranjak menuju Mal Ambassador dari Citywalk Sudirman dengan angkot (angkutan kota). Seseorang penumpang lain masuk setelah saya. Dengan menggunakan perlengkapan olahraga, baju, celana pendek, dan sepatu sport, laki laki itu memilih tempat duduk berhadap hadapan dengan saya. Dari perawakannya yang ditutupi masker, dia tampak berumur 30-40 tahunan.

Tidak lama, dia menyapa saya, dan menanyakan hendak kemana. Saya jawab saja, Mall Ambasador. Kemudian dia mengulangi lagi kata kata saya. "Oh, Moru Ambasadoru?". Karena lafal L-nya dibuat menjadi pakai 'r', saya tahu bahwa bapak ini berasal dari negeri sakura. Saya pun menanyakan balik, "Anata wa Nihon-Jin desu Ka?" - Anda orang jepang ya?

Sontak Bapak itu kaget dan semakin tertarik berbicara kepada saya. Dia menanyakan dimana saya belajar bahasa jepang dan tidak segan-segan bercerita tentang dirinya. Hal yang tidak umum untuk sebagian orang jepang yang introvert kepada orang yang baru saja ditemui\. 

Angkot kami berjalan sangat pelan, sang supir sambil membidik penumpang lain yang akan ikut. Maklum, saat itu hari sabtu, dimana bukan pasar yang bagus buat jurusan tersebut. Biasanya jam jam pulang kantor, angkot ini dipenuhi pegawai dari gedung gedung bertingkat. Tidak lama kami melewati salah satu tempat maksiat, karaoke dan pijat plus plus berinisial F.

Bapak Jepang tiba tiba menanyakan, tanpa basa-basi.'Itu F, bisa tempat buat pijat ya?'. Saya pun bingung menjawab bagaimana. Karena di pekerjaan saya sebelumnya, ada mantan pekerja disana yang dengan senang hati menceritakan seluk beluk tempat tersebut. Jadi saya tahu apa yang ada di dalamnya. Sebelum menjawab, saya pun celingak celinguk dulu ke kanan kiri. Meyakinkan tidak ada yang memperhatikan. Ternyata, di belakang hanya ada kita berdua. Dan penumpang serta supir tidak memedulikan percakapan kami.

Sunday, December 20, 2015

Malas!

source: news.softpedia

Malas dalam KBBI berarti tidak mau bekerja atau mengerjakan sesuatu. SIfat ini adalah sesuatu yang tidak baik. Dimana semenjak di sekolah dasar dimanapun, pasti diajarkan bahwa kita harus menghindari sifat ini. Dampak dari sifat ini adalah tidak produktifnya seseorang yang bisa berdampak ke kebodohan hingga kemiskinan. Kalau sudah miskin tapi bodoh, bagaimana dia bisa menghidupi dirinya sendiri?

Dalam dunia bekerja, sifat ini tak ucap muncul ke dalam kegiatan sehari harinya. Jujur, transparan, komitmen, tanggung jawab, integritas, dan tekun. Jika nomor satu hilang, maka gugurlah nilai yang lain. Tidaklah seseorang itu bisa berubah menjadi baik, kecuali dia jujur dahulu kepada diri sendirinya. 

Misal, saya belum bisa mengerjakan soal perkalian. Kemudian saya berbohong kepada guru, jika saya sudah tahu tapi lupa waktu mengerjakan soal. Nah, dari sini saja, saya sudah tidak jujur kepada guru dan diri sendiri bukan? Ketidaktahuan bukanlah masalah gengsi. Yang salah adalah berbohong dan sok tahu akan segala sesuatu. Bahkan hal yang sifatnya sangat remeh temeh.

Monday, February 10, 2014

Tips recruitment dan susahnya menjadi HRD

Sebagai orang yang multitalenta, kalau saya merasa suatu sistem di sebuah tempat terhambat, saya mau tidak mau suka melakukan over area work line. Entah karena itu hobi saya, atau geregetan menunggu. Iya, siapa sih yang suka menunggu. Mending kalau tahu kapan waktu jelasnya sampai kapan saya menunggu. Maka saya suka membuat ide die inovatif yang gak tahu juntrungannya bakal brilian atau nggak.

Salah satu over descjob yang saya kerjakan adalah meng-hire pekerja. Jujur saya suka geregetan, kenapa sih kalau mendapat cv dalam bentuk hard copy kecenderungannya banyak kandidat yang tidak sesuai dengan harapan saya. Yang ada standart atau tidak sesuai dengan kriteria yang saya inginkan. 

Akhirnya, ada suatu pemikiran yang muncul di benak saya:

"gua aja males untuk kirim cv hard cover, lebih baik kirim email melalui internet. Praktis dan nggak makan biaya serta waktu"

Tuesday, January 7, 2014

26 Desember 2012 itu bukan tsunami (4)

Satu pertanyaan yang mereka tekankan adalah, apakah saya bersedia memberikan keterangan di kantor polisi? Dan diintai selama persoalan kasus ini berlangsung? Dengan tegas saya menjawab, "iya !".

Setelah saya usai menyelesaikan kronologi itu (bahkan seingat saya tulis dengan gaya menulis karangan bebas) kemudian langsung saya keluar dari ruangan. Karyawan yang lain banyak yang duduk bergerombol dengan muka yang senep. Ya wajar saja karena mereka kurang tidur hari ini. Saya yang belum hafal semua nama mereka bahkan malah menjadi enggan untuk bertegur sapa. Sampai mana ya cerita ini akan berakhir, kata saya dalam hati.

Tidak lama, satu per satu karyawan yang memiliki alibi masuk ke dalam ruangan untuk memberikan klarifikasi. Yang menjadi sasaran adalah anak laki laki. Karena tidak mungkin katanya, kalau perempuan sampai berbuat sejauh ini. 

Sunday, December 22, 2013

Sabtu Pagi di Ruang 2x2 Meter

ekspresi yang pas untuk cerita gua
 Pagi itu, saya mendapatkan jadwal kerja masuk shift opening. Karena hari Sabtu ridak macet, jadi saya sudah tiba di tempat kerjaan pukul 07.30. Tidak biasanya saya kebelet kencing. Jadilah saya agak terbirit birit untuk sampai cukup lama sebelum jam masuk. Pada kenyataannya, di dalam store tempat saya gak ada kamar mandi. Kalau siang hari, bisa masuk toilet mall, tetapi operation hournya baru jam 10.00. Selain itu masih ada sih kamar mandi karyawan.

Tapi berhubung kamar mandi karyawan yang ada di basement baru buka jam 08.00 jadi apa boleh buat. Saya harus cari jalan lain. Di dalam setiap outlet restoran saya, terdapat sebuah janitor room. Di dalamnya terdapat bak kecil untuk mencuci pel dan buang air kotor bekas lap lap meja dan lainnya. Daripada saya mesti menahan pipis sampe setengah jam ya terpaksa numpang dulu di janitor room. Toh, bak itu kan tempat pembuangan kotoran bukan buat tempat cuci makanan atau alat masak. Dengan segera, saya masuk ke store dan lampu lampu saya nyalakan. Kemudian dilanjutkan dengan membuka ruang manager, menyalakan komputer, mencopot earphone dari kuping, dan menggeletakannya di meja dan langsung ngabrit ke janitor romo.

Blam. 

Pintu saya tutup, kemudian proses kemih dilakukan. Ya gak usah diceiitain detil lah ya berapa lama dan bagaimana langkah langkahnya. Kayak situ gak pernah aja. Pokoknya begitu beres saya langsung balik badan menuju manager room. Dan ketegangan pun dimulai. Ternyata pintu bagian dalem gak ada kenop pintunya. 

Friday, December 20, 2013

Enyahlah flu akut

Sejak bulan awal bulan November, badan saya sudah dilanda penurunan daya tahan tubuh. Kerasa banget mudah capek kalo melakukan rutinitas. Bahkan di hari liburan terakhir saya saja sewaktu ke belitung dilanda bersin, hidung pilek, dan mampet. Obat warung dan istirahat yang cukup ternyata tidak ampuh. Hingga pekan ini saya masih dilanda penyakit tersebut.

Tiap kali saya bangun pagi, saluran pernapasan terasa plong. Tetapi tunggulah beberapa menit. Saya akan bersin dua hingga tiga kali. Kemudian hidung saya mulai beler. Begitulah setiap harinya, hingga saya pusing dan hampir menyerah dengan penyakit ini. Terlebih, pekerjaan saya memerlukan waktu kerja shifting. Jadi gak mungkin saya akan konsumsi antibiotik karena pasti akan mengganggu sekali jam biologis. 

Tuesday, November 26, 2013

Perlunya bercita cita

Saya tumbuh di era 90-an. Saat itu tidak hanya sekolah dan keluarga yang memproklamatir pentingnya bercita cita. Tapi, lagu anak-anak seperti Suzan dan Ria Enez, kemudian juga ada Joshua membuat gambaran anak anak untuk bisa lebih berkhayal tentangnya di masa depan. Entah kenapa sewaktu kita kecil, impian yang dipupuk hanya berkisar dalam hal keprofesian.

Misal, Suzan yang kepingin jadi dokter. Joshua yang pingin jadi insinyur supaya bisa buat pesawat terbang. Dan ternyata playgroup saya pun juga begitu mengajarkannya. Waktu saya ada job di playgroup saya di bulan April, mereka sedang mementaskan perayaan Hari Ibu Kartini dimana murid-muridnya didandani layaknya profesi cita-cita mereka. Lucu deh, ada yang pakai seragam bola, baju nelayan, polisi, perawat, dokter, dan lainnya.

Lalu saya termenung, adakah yang impiannya benar-benar sama sampai terwujud gak ya?

Friday, November 15, 2013

Metamorfosis Mengatasi Keluh Kesah

Dahulu kala, saya orang yang senang sekali mengeluhkan semua hal yang tidak nyaman. Terlebih ketika saya menghadapi suatu pengalaman yang baru. Misalkan saat transisi dari SD ke SMP, SMP ke SMA, dan lagi lagi pada saat SMA ke kuliah. Tapi setelah dipikir pikir dan dirasakan, mengeluh itu banyak tidak baiknya buat diri kita.

  Sebelum menulis lebih lanjut, saya mau meluruskan konteks mengeluh yang dimaksud. Keluhan yang sering saya lontarkan sering kali masuk kepada hal hal yang sepele. Semisal, dahulu saya sekolah swasta milik sebuah yayasan dan akhirnya mencoba sekolah negeri pada waktu SMA. Jelas sekali bahwa tipikal guru yang mengajar kita akan berbeda. Jarak kedekatan antara siswa dan guru lebih terasa. 

Begitupun juga dengan tuntutan kita dalam memahami pelajaran. Bahkan saya sempet stress lho ketika menghadapi ulangan ulangan di semester awal. Tiada hari dimana saya tidak berkeluh kesah. Apalagi kepada pihak pemerintah saat itu yang menerapkan kurikulum CBSA  di tahun satu dan dua lalu bergantu lagi menjadi KTSP di saat saya kelas tiga. Rasanya kami bagai sebuah kelinci percobaan yang tidak tahu akan dibawa kemana saat itu.

Sunday, October 27, 2013

Agen 1001 Masyarakat



Kala itu saya sedang libur dari pekerjaan. Tiba tiba, kakak sepupu saya mengajak untuk ikut dengannya ke sebuah acara bernamakan Diaspora. Diaspora sendiri adalah ajangnya masyarakat Indonesia untuk berkumpul kembali. Mereka pernah atau masih tingga di luar negeri.

Diantara banyaknya pengisi acara, terdapat satu NGO yang bernama 1001 buku. Organisasi tersebut bergerak di bidang sosial yaitu meningkatkan minat masyarakat untuk membaca dengan pengelolaan taman bacaan. Beberapa aktivitas yang sudah pernah dilakukannya antara lain lomba mengarang, kompetisi lomba taman bacaan, dan lain sebagainya. Hari itu saya dikenalkan dengan para pendiri dan relawannya yang sangat ramah. Singkatnya, kegiatan sosial yang mereka lakukan sangat menarik ketika saya dengar.

Friday, September 27, 2013

Men Sana in Corpore Sano

Salah satu dari tiga belas pedoman untuk mencapai gizi yang seimbang adalah dengan melakukan aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang ada terbagi bagi menjadi level ringan, sedang, dan berat. Hal ini tergantung dari beban, repetisi, dan berapa lama aktivitas tersebut dilakukan.

Nah, sekarang kenapa kita harus melakukan aktivitas fisik atau olahraga? Tentu saja, dengan olahraga banyak sekali manfaatnya: jantung akan memompa darah lebih banyak, aliran darah yang masuk ke otak lebih lancar, suplai oksigen ke dalam tubuh lebih besar, pembentukan massa otot, dan pengurangan massa lemak. Jadi itulah mengapa dengan berolahraga selalu dikaitkan dengan kesehatan fisik maupun mental. Dan yang pastinya pembuangan kalori bisa mengurangi berat badan hingga pembentukan bentuk tubuh yang ideal.

Sewaktu saya kecil, tidak banyak olahraga dalam tim yang saya ikuti. Tetapi saya tumbuh menjadi anak yang aktif, seperti bermain lari-larian, sepeda, dan beberapa permainan petak yang akan mengucurkan keringat sangat banyak. Saya ingat sekali, mulai jam tiga siang hingga menjelang maghrib saya sudah keluar rumah untuk melakukan hal tadi.

 Pernah juga lho, saya mengikuti kebiasaan anak-anak di Jepang untuk menangkap kupu kupu atau belalang dengan menggunakan jaring ikan. Pada hari minggunya, saya memiliki aktivitas berenang secara rutin. Kalau diingat ingat, dulu saya aktif banget ya.

Namun, kepindahan rumah saya ketika SMP membuat kebiasaan tersebut sirna. Dan hal tersebut berlangsung hingga kuliah lho parahnya. Tidak adanya teman dan fasilitas membuat saya berolahraga seminggu sekali saja dengan adanya pelajaran rutin di sekolah, yang dikenal dengan Penjaskes.

Sewaktu kuliah tahun kedua tidak ada lagi rutinitas dalam berolahraga, sampai saya pernah bilang tidak suka, hehe. Namun, karena di akhir waktu kuliah saya harus melakukan terapi berenang sesering mungkin, jadilah saya kembali melakukan berenang setiap minggunya.

Saat ini saya sudah bekerja. Dengan jam kerja yang tidak konstan atau shift shiftan, ternyata lebih banyak waktu berolah raga yang bisa saya lakukan. Saat ini saya menjalankan fitness yang didukung dengan fasilitas yang bisa dibilang lengkap. Sudah jalan dua minggu setelah saya menjalankannya, kalau habis bangun tidur rasanya mengambil nafas lebih ringan, beberapa teman saya bahkan mengatakan saya kurusan.

DI tempat fitness tersebut tentu saya tidaklah hanya membesarkan otot otot seperti finalis Lmen. Aktivitas kardio dengan bersepeda, jalan cepat, atau berenang kerap saya jalankan. Kalau otot sudah mulai cedera, biasanya saya mengikuti kelas kelas yang mengedepanakn tentang fleksibilitas dan keseimbangan tubuh seperti yoga dan taichi. Melakukan kelas di tempat yang bukan untuk menunjang profesionalitas membuat banyak orang tidak minder. Yang gerakannya seadanya juga banyak, yang BBnya pun belum stabil lebih banyak lagi, dan terkadang saya salut kalau peserta berumur yang masih semangat ikut kegiatan ini.
 
Balik lagi, setelah bertahun malas melakukan aktivitas rutin, kenapa sih saya melakukannya lagi? Alasannya simple, ilmu gizi yang sudah saya pelajari kenapa gak saya terapin? Itu artinya saya mengingkari ilmu yang sudah saya dapatkan. Perlahan janganlah menjadi orang yang cuma Omong Doang, tapi buktikan. Aktivitas fisik itu banyak sekali jenisnya, jadi pilihlah jenis yang paling anda minati dan sukai.

Have a nice day :)

Thursday, July 25, 2013

Cerita Anak Commuter Line (yang naiknya kadang-kadang)

Ringkasan perjalanan saya sampai saat ini saat bepergian dengan kereta listrik Trek Bogor Jakarta membuahkan beberapa cerita yang tidak lazim. Saya pikir sebagian cerita ini menggelitik dan sebagian lagi menyenangkan, mari dibahas:

Sunday, July 21, 2013

Burger ku untuk siapa?

Hal ini bermula dari saya yang pulang lebih larut dari biasanya. Seharusnya Saya sudah meninggalkan daerah Senayan dari jam 17.00, namun pekerjaan yang belum rampung membuat saya harus merelakan waktu tiga jam lebih lama di kantor. Biasanya, Saya udah senewen kalau mesti over time. Karena saya terbiasa kerja on time dan tidak mengulur-ulur. Entah kenapa tidak ada rasa itu tadi.

Saya pulang dengan membawa meal sebuah burger, kentang goreng, dan air mineral di jalan. Di perjalanan, Saya tidak sengaja untuk mampir dulu ke sebuah warung tenda membeli makan malam. Saat itu, hanya Saya yang membeli, Terlihat sang penjual senang sekali ketika saya membeli Tahu Gunting walaupun hanya satu porsi. Roman romannya, pengunjung sudah sepi kalau di atas jam 08.00. Kondisi itu sangat bisa Saya pahami sebagai orang yang bekerja di perusahaan makanan.

Tiba-tiba, Saya teringat belum sedekah dalam materi hari ini. Dan saya coba meniatkan untuk memberikan makanan yang tadi saya bawa. Kali aja, dengan memberi hadiah bisa membuat pedagang tersebut lebih senang hari ini. Tetapi tiba tiba saja niat tersebut tenggelam, Entah kenapa. Dan saya melakukan transaksi seperti biasa, lalu pulang.

Untuk sampai ke rumah di atas jam 08.00 malam saya harus jalan kaki selama lima menit karena angkutan sudah tidak ada. Di tengah perjalanan, "sebuah motor berjalan pelan dan menghampiri saya. Biasanya sih ini mau tanya arah jalan", kata saya dalam hati. Motor tersebut berisi empat orang. Satu bapak, satu isterinya, dan dua anak kecil. Bapak tersebut langsung berbicara dengan suara parau. "Dek, bisa minta tolong, saya mau pulang ke Bogor tapi gak punya bensin. Tadi cuma punya 10.000 buat buka semuanya".

"Waduh, hari ini random banget", pikir saya. Saya menanyakan rute perjalanan si Bapak, dan Dia menjelaskan kalau baru saja berkunjung dari rumah temannya di daerah Jakarta Timur untuk pengobatan Ayahnya. Terlepas dari cerita apapun yang mengada-ada atau tidak.

Saya tidak masukkan ceritanya ke telinga, apalagi hati. Yang Saya ingat, hanyalah masi ada burger di tas Saya. Dan, pasti dua anaknya belum makan daritadi. Akhirnya Saya berikanlah uang bensin dan burger. Ucapan syukur dan terimakasih pun keluar dari mulutnya. Sesingkat itu pertemuan tadi. Dan kami pun berpisah.

Kalau saya tidak Overtime apa Bapak tersebut bertemu Saya ya?
Kalau dalam perjalanan saya makan burger tersebut bagaimana ya?
Kalau Tukang Tahu tadi saya beri burger, berarti bagaimana ya jadinya tadi?

Semua peristiwa di dunia ini pasti ada alasannya.
Rizki tidak pernah tertukar,
Terkadang Tuhan itu ajaib dalam memberikan suatu kejadian pada umatnya.

Semoga Bapak tadi selamat sampai tujuan.

Saturday, July 13, 2013

Suka dan Duka di Dunia

Kadang kadang atau seringkali, Kita merasa bahwa hidup ini tidak adil. Mungkin bisa dari hal material, spiritual, atau hal hal duniawi lainnya. Biasanya sih, rasa itu timbul karena penyakit hati dari masing masing orang.

Tanpa kita sadari, coba kita pikir lagi sejenak. Kapan saja sih kita berperasangka atau terucap kalau hidup ini tidak adil? Pertama, kalau keinginan dan realita tidak sesuai. Kita sudah usaha mati matian tapi Dewi Fortuna bukan berlabuh kepada Kita. Kedua, di saat ujian demi ujian kian menghampiri Kita tanpa ada jeda. Yang pasti saat itu kita merasa kesal, keki, bete, marah, benci, dan banyak hal negatif lainnya.

Coba lagi Kita pikirkan, sewaktu Kita dalam situasi yang nyaman atau mendapat hadiah yang tidak diduga duga, syukur bisa jadi kita ucapkan. Tetapi, sering lho kita lupa kalau disaat itu juga, detik itu juga, banyak orang yang sedang dilanda cobaan. Bisa jadi saudara dekat, tetangga sebelah rumah, teman kerja, bahkan bisa jadi orang yang tinggal di kutub utara.

Makannya saya sering berpikir kalau saya dalam situasi yang sangat nyaman sekali. Pasti saat ini banyak lho yang masih bingung besok mau makan apa. Banyak lho, yang masih stress belum mendapat pekerjaan. Atau, banyak lho yang merencanakan skenario berbohongnya karena mengambil duit rakyat.

Saya coba selami lagi kedua hal ini. Suka dan duka dalam kehidupan dunia. Keduanya selalu datang silih berganti dimanapun manusia berada. Hanya individu sendiri itulah yang bisa menerima atau melawan keduanya.

Lupa akan kenikmatan atau menyerah akan cobaan?

Maka dari itu, sudah adilkan sistem suka dan duka di dunia ini?

Monday, July 8, 2013

Bicara tentang cinta

Cinta
Orang bilang rasanya membuat orang mabuk kepayang. 
Hati merasa senang. 
Riang gembirang. 
Menerjang mati-matian segala rintangan untuk mendapatkannya.

Cinta.

Orang bilang rasanya seperti candu narkotika.
Membuat orang lupa akan daratan.
Atau bisa jadi pekerjaan.
Sampai lupa makan.

Tanpa adanya cinta, hambar kehidupan di dunia. 

Tidak ada asmara. 
Pangeran dan Cinderella. 
Bahkan roman seperti Rama dan Shinta

Friday, June 28, 2013

Monster

Monster identik dengan makhluk menyeramkan, bertaring, buas, besar, kuat, dan berbahaya. Perannya dalam dunia hiburan banyak yang berpihak kepada antagonis. Dalam kehidupan sehari hari saya menganggap monster dalam diri masing masing adalah ego. Ketika saya bertemu dengan orang yang sangat egois, raut mukanya cenderung mengerucut, mengerenyitkan dahi, memelototkan mata, mulutnya mengeluarkan kara kata yang tidak ramah, lantang, dan menusuk hati orang yang mendengarnya. 

Saat itu, saya bisa melihat sesosok monster bangkit dari tidurnya yang lelap. Monster yang tidak berperasaan dan menakutkan. Banyak sekali orang yang tidak bisa menghadapi monster pada diri orang lain. Buat saya, monster yang sedang mengamuk ini bisa saya identikkan dengan anak kecil yang merengek karena keinginannya tidak tercapai. Panik dan resah bahkan takut resolusinya gagal dan menimbulkan banyak polemik setelah kegagalan tersebut terjadi. Berusaha menyalahkan semua problematika kepada orang lain. Tugas sebagai orang dewasa tentu saja menjinakkan monster itu bukan? Bagaimana caranya membuat monster tersebut tidur tenang kembali.

Masalahnya, Bagaimana kalau monster itu ternyata muncul pada diri kita sendiri? Yang banyak merugikan orang lain pada akhirnya. Yang membuat tekanan dan pada akhirnya mengarah pada sebuah bencana. Masing masing sendiri harusnya bisa mengaca dan menekan monster tersebut untuk tidak mengamuk.

Bersabarlah.

Monday, April 29, 2013

Pusing=puskesmas keliling

Pikiran dan memori saya tiba tiba meloncat ke moment di tahun 2010 ketika saya berlibur di pantai air manis, Padang. Gara garanya saya melihat aliran air yang melintas dari laut ke daratan bak sungai yang kecil dari atas jembatan. Konon, lintasan air tersebut suka berpindah pindah sesuai tergantung kepada curah hujan.


Aliran air yang dimaksud



Di pertengahan tahun 2010, saya melihat genangan air seperti ini di sebuah dermaga terpencil salah satu pulau non destinasi Karimunjawa, Jepara. Bagaimana saya bisa ke dermaga terpencil tersebut? Begini ceritanya.

Waktu itu saya memang berkuliah kerja disana dengan salah satu objektifnya  memberikan sudut pandang pentingnya pemberian ASI eksklusif. Jadilah kami mengincar pihak kesehatan seperti puskesmas, bidan, kader posyandu, untuk membantu program kami. Puskesmas karimunjawa yang merupakan pusat dari segala kesehatan di kepulauannya menjadi momok yang sangat spesial untuk kami. Banyak sekali bantuan dan jalan menuju tercapainya program kami karena bantuan bapak dan ibu disana (terharu..).

Nah setiap satu bulan dua kali, puskesmas memiliki program untuk berekspedisi ke pulau pulau kecil. Gunanya apa? Ya untuk mengobati dan meninjau kondisi pasien disana. Mendengar hal ini kami langsung norak dan pingin banget untuk ikut dengan mereka. Apalagi waktu melihat speed boat berukuran sedang yang gagah dengan tulisan puskesmas keliling Karimunjawa di darmaga sintong sungguh membuat kami jatuh hati. Dan coba tebak? Permohonan kami dikabulkan.

Bidan beken Karimunjawa, Mbak Rotun