Showing posts with label art. Show all posts
Showing posts with label art. Show all posts

Tuesday, November 13, 2012

Angklung A Solution To Prevent Violence In Children

This essay was made in 2010 and has not revised. I made it in order to join GOI Peace competition. I hope this essay inform you well about one of my beloved country heritage in art and culture.



Violence in children now becomes a universal problem in the world. Child abuse and neglect affect children of all ages, races, and incomes. The World Health Organization estimates that 40 million children below the age of 15 suffer from abuse, neglect, require health and social care. The problem occurs in any country such as Indonesia which has 2.81 million cases in 2006 and it’s assumes increase up to 25 million cases. These situations also occur in United States. A 1995 survey in the United States showed that five percent of parents asked admitted to disciplining their children through hitting with an object, kicking, beating, and threatening the child with a knife or gun. …..

The above cases can happen due to exposure from un-educated program in cyberspace and television show that could give negative impact in children’s attitude when they grow up. There are several alternatives to prevent, such as maintaining communication in family, community, and supporting children programs. The last option can be recommended, such as sport and music. A study from Schlaug found that there is a strong correlation between musical exposures with brain. Some music not only influenced brain, but also makes involvement between tune, communication, and team work.  Angklung music could be the choice.

 What is Angklung?

Monday, October 15, 2012

Japanese Comic 2

Menyambung dari postingan sebelumnya.

Tema pertarungan sering sekali ditonjolkan di komik komik jepang bertema laga. Biasanya disebut komik anak laki-laki atau Shounen Manga. Kalau pahlawannya perempuan disebut dengan Bishoujo. Era 90-an kebanyakan tema action ini yang meroket di Indonesia. Sebut saja Kungfu Boy, Dragon Ball, Sailor Moon, Magic Knight Rayearth dan lainnya. Baru memasuki tahun 2000, komik bertema detektif dan romance semakin banyak seperti Detektif Conan dan Salad Days.

Berhubung masyarakat kita hanya sedikit yang gemar membaca. Jadinya sangat beruntunglah kalau judul judul komik tersebut disiarkan di tv. Dan dulu harga komik terasa murah sekali dibandingkan sekarang. Namun hal ini tidak bisa kita rasakan lagi.

Monday, October 1, 2012

Japanese Comic 1

Satu coretan saya
Oktober telah tiba dan minggu depan saya akan mulai bekerja. Mulai dari kemarin saya memuaskan diri untuk berkelana di dunia maya. Salah satu website favorit yang setiap hari saya browsing yaitu jejaring sosial dan mangareader.net.

Manga dalam bahasa indonesia adalah komik. Di Indonesia, komik Jepang sangat populer di kalangan anak-anak, remaja, dan dewasa. Dulu, saya pernah bercita-cita menerbitkan sebuah komik. Tapi menyelesaikan satu halaman saja susahnya setengah mati. Prosesnya pembuatannya sangat rumit, bahkan satu pengarang kadang punya banyak asisten. Gimana memang membuanya? 

Wednesday, July 18, 2012

Selentingan di waktu mandi

Malam hari kemarin, saya dan beberapa teman sekelas menonton teater playground di balairung rimbawan fahutan. Kali ini mereka membawakan konsep realism dengan tema seks dan penyimpanganya. Tema ini memang absurd, apalagi bukan untuk orang yang mendalami jiwa seni dimana ilmu pasti dan eksak menjadi pandangan untuk sebagian orang. Hari itu, niat kami menonton adalah menyaksikan teman sekelas, imam saloso.

Acara terbilang cukup ngaret sekitar 30' dari rencana. Dan lagi penontn blum boleh dipersilahkan untuk masuk. Pukul 19.55, kami masuk ke arena teater dan duduk di karpet yang telah disediakan.

Suasana saat itu gelap, tisue toilet putih dipajang bergelantungan di atas tali yang dibujurkan di pinggr ruangan, dan gambar menyerupai setan menjadi sketsa di belakang kami nonton.

Saat itu, para pemain berdiri di tengah tengah ruangan. Jumlahnya ada empat, dua pria dan dua wanita. Di ruangan itu, terdapat empat kotak replika jemuran.

Acarapun dimulai. Ruangan sedikit diterangkan dan musik dimatikan. Semua pemain bergerak menuju empat kotak replika satu per satu sambil melepas pakaianya. Satu pria memakai leggng hijau dan plastik. Satu pria menjadi transgender dengan bra pola macan dan legging kuning. Satu wanita memakai pakaian serba merah dengan jilbab. Dan satu wanita lagi memakai kemeja pria dengan dasinya.

Adegan dimulai dengan analogi adegan seks, huruf v dari 3 pemain yang duduk dgn kaki selonjor menjadi simbol dari ceritanya. Ritme dilanjutkan dengan adegan kenikmatan, penyesalan, dan akhirnya adalah pembalasan di alam kubur.

Akhir pentas ini ditutup dengan diskusi,sharing, dan masukan. Kami yang hobinya jadi EO merasa roaming saat itu. Hmm.. Gimana ya, saya merasa sebagian seniman tidak memiliki watak dan cara mengomunikasikan yg dapat menjadi persuasi untuk orang2 yang memang tidak mengerti. Bisa-bisa karyanya dianggap tidak bermoral/menyimpang.

Paginya saya ingat kejadian semalam di waktu mandi. Rasanya, tulisan ini perlu dibaca oleh teman2 yg ingin mengembangkan teater dan diresapi kalau memang perlu. Hehe.. Peace

Wednesday, June 6, 2012

Seni?

         Semua orang akan menikmati hal ini, seni atau art. Tidak peduli siapapun dia, pasti menyukai salah satu bidang di dalamnya. Walaupun orang tersebut tidak menguasainya. Saya bukanlah master dari penguasaan seni ini. Seni yang biasa kita dengar ada sih? musik, lukisan, tarian, seni peran, dan masih banyaknya.

       Eits jangan salah, seseorang yang membuat obat dan makanan juga harus memiliki seni di dalamnya. Ketika ana membaca sebuah instruksi dalam membuat obat atau resep makanan ada beberapa hal yang sangat tricky.

        Contoh pada saat anda membuat obat, seperti endapkan larutan menggunakan sentrifuge kecepatan 400 rpm. Biasanya orang yang belum tau langsung meningkatkan sampai kecepatan sekian. Tetapi ternyata angka tersebut adalah plus minus. Jadi bukanlah suatu hal yang mutlak. Begitu juga dengan orang yang pandai memasak. Di buku resep hanya dituliskan tambahkan garam gula dan merica secukupnya. Nah disinilah peran kemampuan seni kita terjawab.

         Seni lainnya yang ingin saya tulis adalah masalah penampilan dan nyanyian. Is it true that lady gaga posessed by something bad? Kalau saya sendiri suka tercengang sama aksi teatrikal si lady yang satu ini. Hanya saja untuk lirik yang dia gunakan terkadang tidak benar, mau apapun juga tameng yang dia lakukan.


 Awas matanya pedes sama tabasco eh tobacco


             Suka atau tidak suka, lirik tersebut akan masuk ke pikiran bawah sadar orang. Walaupun orang yang mendengarkan tidak paham apa isinya. Kalau penampilannya kurang bisa juga lho dijadikan bahan tawaan layaknya si penyanyi starship.

 Hieeee..... #bunyikuda